Cak Karmo

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Parengan, Mojokerto, Aspal Hilang Menyisakan Tanah dan Krikil

Jumat, 14 Februari 2025 | 22:59 WIB
Jalan rusak di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto. (Deni Lukmantara)

Kabar Mojokerto - Kondisi jalan penghubung antar dusun di Kecamatan Jetis, Mojokerto, mengalami kerusakan yang parah. Lapisan aspalnya sudah menghilang dan hanya tersisa kerikil atau tanah.

Pantauan Kabarmojokerto.id di lokasi, jalan yang semula dilapisi aspal kini tidak terlihat lagi. Hanya tersisa batu kerikil dan tanah. Beberapa lubang disebutkan menjadi genangan air saat hujan turun.

Jalan ini adalah satu-satunya akses warga Dusun Gondang, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto, untuk menuju jalan utama di Kecamatan Jetis.

Baca Juga: Awas! Banyak Lubang Menganga di Jalan Raya Jabon Mojokerto

Jalan rusak di Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Mojokerto. (Deni Lukmantara)

Salah satu warga Dusun Gondang, Yoyok (41), mengatakan bahwa kerusakan jalan penghubung antar Dusun Gondang dengan Dusun/Desa Parengan ini sudah terjadi sejak sekitar lima tahun yang lalu. Panjangnya sekitar 1 kilometer.

"Jalan ini terakhir kali diaspal sekitar tahun 2010. Sudah beberapa kali dibetulkan oleh warga dengan patungan membeli sirtu untuk menguruk," kata Yoyok, Jumat (14/2).

Menurut Yoyok, jalan rusak ini menghambat aktivitas warga sehari-hari, seperti bersekolah, bekerja, atau mengakses pasar.

"Ya, ini bahaya karena bisa menimbulkan risiko kecelakaan, terutama saat hujan. Jalan yang berlubang menjadi tergenang air dan licin," ujarnya.

Ditambahkan Yoyok, jalan rusak tersebut pernah menyebabkan kecelakaan. Korbannya mengalami patah tulang. "Sering kali orang jatuh, ada yang sampai tangannya patah tulang," ucapnya.

Suwandi, yang juga warga Dusun Gondang, mengeluhkan hal yang sama dengan Yoyok. Dikatakannya, jalan utama tersebut menjadi akses utama bagi warga Dusun Gondang, baik saat berangkat dan pulang kerja maupun sebagai akses menuju kota.

Baca Juga: Lapor Pak! Jalan Antar Desa di Mojokerto Rusak Parah dan Berdebu, Terakhir Diperbaiki 10 Tahun Lalu

Termasuk menjadi satu-satunya akses para pelajar untuk mengenyam pendidikan setiap harinya. "Jadi cukup rawan terpeleset saat melintas," tuturnya.

Dia berharap pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui dinas terkait agar secepatnya melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat lancar.

Halaman:

Tags

Terkini

Jadwal Buka Puasa Mojokerto 20 Februari 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:34 WIB

Kota Mojokerto Jadi Daerah Terpadat Ketiga di Jatim

Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:35 WIB